never give up

walau sudah lulus hati ini masih belum tenang…….
masih harus terus belajar…walau kita bukan pelajar…….
study,study and study……. mau ngelanjutin kemana?????? PTN terbaik bisa didapat asal kita belajar….. ikhtiar kemana-mana….pusing pusing ikut tes…..nunggu hasil…sering ku menangis…terdiam dan mati dalam lamunan…..

tidak…ini belum berakhir……masih banyak harapan dan jalan,

Bismillah…

Read Users' Comments (1)

UJIAN itu….

apakah yang namanya cobaan dapat dikatakan ujian pula…..?
apakah setiap ujian itu harus dilalui sampai dikatakan lulus…..?
dan apakah kelulusan itu hanya dilihat dari nilai?

YANG PENTING ADALAH PROSES KITA MELALUINYA. seorang bijak berkata belajar tidaklah harus pintar…yang terpenting paham. kepahaman seseorang akan terlihat sendiri tanpa orang tersebut mengatakan kalau dia pintar.

santri yang hidup di pondok sambil belajar di madrasah, pada akhir tahun pasti mengalami Ujian NAsional, Ujian Pondok, Ujian Madrasah…. kami berbeda dari pelajar luar yang hanya mementingkan ilmu umum. kami memiliki kekhas-an dalam ilmu agama (basic asli santri). namun tak banyak anak yang peduli pada ilmu kepesantrenan. tepatnya malam Kamis, 7 April 2010 siswa-siswi kelas 3 MAU mengaji bersama Abah Mukhlas, beliau mengatakan KELULUSAN tidak dilihat dari lulun dari UN, bahkan beliau beserta para guru ALIYAH telah resmi menetapkan untuk mengadakan UJIAN ILMU KEPESANTRENAN setelah Ujian MAdrasah. Serentak kami mengeluh kecewa. apa maksud tindakan tersebut? terlalu menjadi bebankah itu? adalagi pengurus putri bagian pendidikan mensosisalisasikan dengan hal yang sama untuk Ujian Pesantren yang diadakan pada tanggal 22 dan 23 April 2010…. merekapun mengeluh. lalu apa yang diinginkan??? pengurus tersebut memberikan kata-kata: janganlah dijadikan beban tapi kewajiban….. tepat sekali.

hufh… padahal kita selalu menghadapi ujian setiap waktu… memerangi hawa nafsu terutama…… apakah ijazah, atau ridho kyai dan guru yang dicari………………..

lalu ujian itu…………………………….? >_<

Read Users' Comments (4)

Lautan Maaf Rasul

Di sudut pasar Madinah Al Munawaroh Adalah seorang pengemis Yahudi yang Tua dan buta, yang sedemikian rentanya mengunyah makananpun sudah payah. Pengemis tsb hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata : “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”
Setiap pagi rasululloh SAW mendatanginya dan memberinya makan dan tanpa sepatah katapun. Beliau menyuapinya dengan makanan yang telah dibawa kepada pengemis. Walaupun pengemis itu selalu bilang jangan mendekati Muhammad. Rasululloh SAW melakukannya hingga menjelang Beliau wafat. Setelah kewafatan Rasululloh tidak ada lagi yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abu bakar RA berkunjung kerumah anaknya Aisyah RA. Beliau bertanya kepada anaknya, “Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum kukerjakan?”. Aisyah RA menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayahku adalah ahli sunnah yang hampir tidak ada satupun sunnah yang belum dilaksanakan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah itu?” Tanya Abu Bakar RA. “Setiap pagi rasululloh SAW selalu membawa makanan pergi ke ujung pasar kepada seorang pengemis Yahudi buta yang berada disana”. Kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abu Bakar RA oergi kepasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar mendatangi pengemis itu dan memberikannya makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah Kamu?” Abu Bakar RA menjawab “aku orang yang biasa”. “Bukan!..engkau bukan orang yang biasa mendatangiku.” jawab pengemis buta itu.

“Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunnyah. Orang yang datang itu selalu menyuapiku, tetapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu dengan mulutnya setelah itu ia berikan padaku dengan mulutnya sendiri.” pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang orang yang biasa mendatangimu, aku adalah salah seorang sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasululloh SAW.

Setelah pengemis mendengar cerita itu, ia pun menangis dan kemudian berkata “Benarkah demikian? selama ini aku menghinanya, mem-fitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. ia membawakan makanan setiap pagi.ia begitu mulia…”. Pengemisitupun akhirnya bersyahadat dihadapan Abu Bakar RA.

Tiada hamba bisa menahan nafu, amarah seperti teladan yang Kau beri Yaa Rabb…..
tak ada orang yang bisa menyamai Baginda Rasullullah………… namuun kita bisa mendekati dan menirtu akhllak dan perilakunya.

Read Users' Comments (2)

otak, komedi putar….

katanya ga boleh ngeluh………….yah inilah aku.

kalau dalam ilmu fisika aku ini belum melakukan usaha sekecil apapun.karena dha masih 0, tak bertambah nilai…masih ditempat. walau dah berjuang ampe banting tulang…lembur malam tuk study…. masih aza dibilang ga da usaha…karena nilainya 0…..

namun…… bulan January sangaaaaaaaaaaaaat membuat otak neh nyut2.

1. try out 1
2. tes speaking
3. tes toefl

semua dalam waktu berdekatan…………lalu pantaskah ku masih bermain. TIDAK (seharusnya).

ku masih menyempatkan waktu tuk OL….haha…stupid.

doanya saza kawan….dha habis daftar di univ….. insya Allah.

Read Users' Comments (4)

masalah01………….berHikmah

ku berjalan…….. langkahkku lurus………tak jelas…kini
di depan ku……… gelap tak terlihat………
berduri kuinjak….
lalu haruskah terhenti langkahku???
tidak.
masalah datang tuk kuhadapi dan ku selesaikan……
seperti ku terangkap disini.

yaah…puisi itu ku baca di depan anak2 XI emercy…saat pelajaran Ustd. Fauzan.. seorang trainer Al Hikmah….

siapa sanka aku mau dikerjain oleh beliau…

BEGINI CERITANYA….

aHAD LALU…. selesai spes ku sempatkan tuk mengembalikan kunci ruang osis (yang sudah bukan hak lagi) saat ku lihat ke emercy lagi pelajaran ustd.fauzan…ku sempat berpikir seribu kali tuk masuk..karena ku tau beliau seorang yang suka memberi motivasi dan menguji mental…… “akh…ini penting..harus ku beri…” tekadku….

sesudah masuk kelas itu…………… ku jelaskan maksudku tuk memberikan kunci tsbt ke Laela Maghfiroh (ketoz baru)…..saat semua telah tersampaikan…ku ucap terimakasih pada beliau….saat kaki beranjak tuk keluar………

:bentar……pintanya….tutup pintu”

hatiku tak enak….

beliau mengujiku tuk berkreasi dengan membacakan puisi….
oh my God…. tapi ku bersyukur karena pintanya tak begitu sulit….

ku bingung..badanku berdiri kaku…ku harus buat puisi spontan… apa neh temanya…..
ku lihat papan tulis..saat itu beliau sedang menerangkan ttg masalah. spontan mulutku…. bersyair…

puisi yang sanat singkat….sangat singkat… namun terakhir ada tepuk tangn yang begitu meriah………… kelas ramai……

aku pun tak tahu…..dan lupa akan bait2 itu..karena itu spontan….

setelah itu aku bebas………..dari Ustad,Fauzan. Alhamdulillah….

Read Users' Comments (8)

peDekaTe

hmmm……bener neh kalo kita dah fokus ma sesuatu………. susah banget tuk mikirin yang lain.

sayang banget DIA tuch kalo dideketin susaah bgt…. punya bnyak fans lagi…deuh tambah susah peDekaTe donk…. rasanya kaya jauuuh bgt tuk dimiliki……. apa karena DHA masih menDUAkan yapz……..

seminggu kemarin ampe td pagi..q mikirin DIA ampe ku deketin……..ehhhh malah tambah pusing…..

jam setelah istirahat kitha ketemu…. ku coba tuk bercumbu dengan DIA……..tapi…… DIA malah buat neh OTAK panas…… payah.

Read Users' Comments (6)

buronan

dah lewat berapa hari yah…………

masa2 ntu jadi masa yang melelahkan bgt…coz ku harus lari sana sini….super hati2 tuk menjauh dari para penggemar…hehe…

tuch kawan2 pada seneng jahilin dha…….ampe sekarang…cape tau…udah seh….

kaca mata, kamus,buku….semua ditahan….

belum puwas yah….guyur pake kecap…jgn bilang kalian mo buat aksi pesakitan tuk dha…..

hiks…hiks…nyebelin…..baek seh…kasih perhatian super…tapi STOP donwk…..

Piiiisssssssssssssh….yah…..

Read Users' Comments (4)

endingnya……

setahun lalu rasanya tepatnya…dha berdiri di GOR ditonton orang banyak(warga Aliyah) setelah mendapat panggilan dari kakak osis untuk ORASI KETOS malhikdua…….yah dha ingat masa itu… ketika teman2 mensupport…semua rekaman yang teringat dan kembali lagi kini.

amanah yang ada adalah cahaya yang mengantar, menuntun pada kedamaian…… setahun sudah ku berkecimpung dan berorganisasi di OSIS.

dha tidak hanya duduk manies dan diam di kelas….

dha bukan siswi yang selalu fokus dalam pelajaran

semua telah dijalani…..dan masa itu telah berakhir. disamping sebagai siswa Aliyah Al Hikmah 2…dan sempatkan tuk mengabdi sebagai OSIS. segala uji coba, riang kecewa tercipta…. dalam kebersamaan…..berbuah kesuksesan dan kegagalan.

semua masa itu pergi……kini dhara siswa biasa….

siswa kelas akhir…..yang harus benar2 fokus pada pelajaran.

teman2 osis…. terimakasih tuk semua kerjasama dan kepercayaan…walau banyak pandangan negatif pada osis kita…semangat selalau adha.

walau dha sering kesel ma kalian (khususnya putra) yang suka cepet down and males kerja….. tapi kita satu,,,,,

kini setahun sudah masa bakhti OSIS MA AL HIKMAH 2 berakhir……………….

semua menjadi indah…ketika kita ikhlas melaksanakannya…..

pa Agus yang setia and sabaaaaar bgt menghadapi kita…. benar pak kmai telah mendapatkan banyak keistimewaan dibanding osis sebelumnya walau dengan hasil tak sebarapa….. tapi kmai harap Bpak bangga pada kami…anak2 bapak.

Read Users' Comments (1)

LEPAZ neh

hari terus berganti….ditemani waktu yang tak pernah peduli akanketinggalanku…. ku berlari… setidaknya ku dapat berjalan sejajar…tak lebih tuk mendahului waktu…… jangan…jangan sampai waktuku tertinggal hanya karena angan dan mimpi2 kosong…… sekarang adalah waktu beraksi…..

setelah melalui kegiatan mid…ulangan tengah semester….. harus menyelesaikan program akhir dari osis….. yah kalau dikata lelah itu pasti. namun semangat harus tetap meluap……. alhammdulillahnya hari ini dapat terealisasikan juga tuk ORASI kandidat2 osis….. DHA RASA tahun ini lebih seru dari kemarin…… tinggal tunggu….adanya kabinet2 baru…… dan kami SESEPUHnya akan lengser… semoga mereka dapat memberikan lebih baik dari tahun ini……

kegiatan apalagikah yang harus dilaksanakan???

rintangan and cobaan pha lagi yang menghadang???

yang dha tahu sekarang adalah……………… waktu yang lagi terpakai tuk senang2……

yah…..entahlah…salah pha ga…

Read Users' Comments (0)

facEbOok

ku coba terus sampai…………

diluar sana pada asyik facebook-an

para santri asyik tafsir-an

loh dhara….asyik ngenet-an…

ku coba ikut-ikutan

ga mau deh ketinggal zaman…

tapi ampe sekarang

belum ada buah////

ku coba terus ampe …..

wah…susah nieh

Read Users' Comments (0)

 Page 3 of 13 « 1  2  3  4  5 » ...  Last »